Jalan Utama Menuju Bandara Sadsuitubun Sudah Rampung | Tribun-Maluku.com | Berita dan Informasi Seputar Maluku Terkini
Home » » Jalan Utama Menuju Bandara Sadsuitubun Sudah Rampung

Jalan Utama Menuju Bandara Sadsuitubun Sudah Rampung

Jumat, 20 September 2013 | 7:42 PM
Pembangunan jalan raya utama menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara sepanjang 14 kilometer saat ini sudah rampung dikerjakan.
Arman Hamid
Langgur, Tribun-Maluku.com : Pembangunan jalan raya utama menuju Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara sepanjang 14 kilometer saat ini sudah rampung dikerjakan.

"Proyeknya ditangani pemerintah Provinsi Maluku dan ruas jalannya sudah dihotmix sehingga tinggal menunggu penentuan jadwal waktu pengresmian bandara dari Kementerian Perhubungan," kata Kepala Bandara Tual, Arman Hamid yang dihubungi dari Ambon, Jumat (20/9).

Selain Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, masih ada sejumlah proyek Kementerian Perhubungan lainnya di Maluku seperti Bandara Saumlaki akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat ini.

Sehingga penentuan waktu pengresmian sejumlah paket proyek bandara yang merupakan salah satu sarana infrastruktur dasar yang dibangun ini akan ditentukan oleh pemerintah secara serempak dan berpusat di salah satu lokasi.

Arman mengatakan, pihaknya saat ini melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat secara kontinyu untuk rencana pengresmian bandara di Maluku Tenggara karena proses pembangunannya sudah hampir rampung.

Bandara yang berlokasi di Desa Ibra ini sudah dalam tahap penyedian penunjang operasional bandara, dan untuk lintasan runway-nyasudah selesai dibangun, tingal saja lokasi samping kiri dan kanan lintasan yang belum dibersihkan.

"Landasan pacu (run way) yang dibangun di Bandara Karel Sadsuitubun memiliki panjang 1.600 meter sehingga nantinya bisa didarati jenis-jenis pesawat terbang berbadan lebar," katanya.

Arman juga membantah kalau Bandara Karel Sastsuitubun ini tidak dapat dilakukan tes lending atau uji pendaratan di landasan alias tidak bisa digunakan akibat posisinya dalam istilah dunia penerbangan itu berlawanan dengan arah angin.

"Ini bukan syarat mutlak sebuah bandara bisa dipakai atau tidak, sebab yang menjadi tugas kami hanyalah membangun bandara yang sudah melalui tahap perencanaan dan pengkajian para ahli," jelas Arman. Budi Suyanto (ant/tm)
Pasang Iklan di Tribun-Maluku.com
Like this article :
Komentar
0 Komentar

0komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


Pasang Iklan Disini

 
Terima Kasih Sudah Berkunjung di Tribun Maluku