Pengurus APTISI XII-A Dilantik

Prof. DR. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec
AMBON Tribun-Maluku.Com- Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof. DR. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec, melantik pengurus Aptisi XII-A  di Ambon Senin (8/9/2014) bertempat di Islamic Centre Ambon. 

Usai pelantikan kepada wartawan Prof. Hamid katakan, pendidikan tinggi di-Maluku khusus di Kota Ambon, harus ada upaya serius untuk mempercepat serta memberikan akses yang lebih besar untuk calon mahasiswa, sehingga memberi ruang bagi mereka untuk kuliah bahkan menyelesaikannya.

Dikatakan, sesuai laporan data jumlah mahasiswa di Maluku, sebanyak 40 ribu orang terdiri dari 20  Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah mahasiswanya 24 ribu, sisanya perguruan tinggi negeri dan itu sama banyaknya dengan satu Universitas Islam Indonesia yang pernah dipimpinnya, termasuk dosen jika di Ambon dosen PTS berjumlah 542 orang dan itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan UII di-Jogjakarta.

Untuk itu tokoh-tokoh pendidikan termasuk pemerintah provinsi harus lebih banyak memberikan kesempatan bagi para lulusan SMU sederajat untuk masuk dalam perkuliahan, karena selain tanggung jawab pemerintah tapi juga tanggung jawab seluruh komponen masyarakat, yang didorong dengan bantuan dana APBN maupun APBD, guna membantu perguruan tinggi swasta maupun negeri didaerah ini,"ucapnya.

Selain itu undang-undang mengisyaratkan, pemerintah daerah juga wajib memberikan beasiswa kepada mahasiswa diwilayahnya masing-masing termasuk pemerintah di kabupaten/kota, dan tidak saja ansih dari   Kemendikbud.

Sangat menyedihkan jika urusan pembiayaan sebagaimana yang disampaikan Ketua Aptisi Maluku DR.Ibrahim Ohorela, M.Si yang mana biaya sepenuhnya berasal dari orang tua siswa,  itu sangat memberatkan.

Untuk itu Ketua Aptisi Pusat berharap agar Aptisi XII-A .Ambon, dengan ketuanya DR. Ibrahim Ohorella, M.Si, bersama pengurus yang baru dilantik, untuk dapat melakukan penguatan-penguatan bagi anggotanya, karena kedepan persaingan diberbagai bidang ilmu dan teknologi sangat ketat.

Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 juga mengisyaratkan, tentang kebebasan perguruan tinggi asing masuk ke-Indonesia, maka dengan berbagai kelemahan yang ada sangat sulit untuk bersaing kalau tidak diberikan penguatan secara terus menerus.

Dengan begitu,  jumlah dosen harus ditambah, kualitasnya harus diperbaiki, kesejahteraan harus diperhatikan dan ditingkatkan, dan itu mungkin dilakukan kerja sama dengan Pemda setempat, termasuk dengan berbagai Perusahaan, dan tidak hanya semata mengandalkan pemasukan dari orang tua siswa,"harap Prof Hamid. (TM04)
Pengurus APTISI XII-A Dilantik Reviewed by Ibek Melsasail on Selasa, September 09, 2014 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.