“Bisa Biking Labe”, Labe Apa? Ini Penjelasannya

Slogan "Bisa Biking Labe" dari pasangan calon Wali Kota Paulus Kastanya dan calon Wakil Wali Kota Ambon, Muhamad Armin Syarif Latuconsina dengan jargonnya PANTAS ini lagi menjadi trending topik di kalangan warga Kota Ambon saat ini.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Slogan "Bisa Biking Labe" dari pasangan calon Wali Kota Paulus Kastanya dan calon Wakil Wali Kota Ambon, Muhamad Armin Syarif Latuconsina dengan jargonnya PANTAS ini lagi menjadi trending topik di kalangan warga Kota Ambon saat ini.

“Bisa Biking Labe” apanya yang labe? "labe ancor mangkali" itu jawaban yang dipelintir oleh orang yang tidak mengerti apa itu esensi “Bisa Biking Labe”.

"Bisa Biking Labe” adalah kalimat optimis dalam dialek Ambon hari-hari yang arti harfiahnya kurang lebih adalah bisa melakukan sesuatu yang tidak biasa-biasa saja, tapi sesuatu yang terasa lebih dibutuhkan dan tentu pasti lebih baik.

“Dalam konteks Pilkada Kota Ambon, esensi “Bisa Biking Labe” itu adalah bisa biking labe par rakyat kota ini. “Bisa Biking Labe” dengan melahirkan program-program pro rakyat,” kata calon Wali Kota Ambon, Paulus “Poli” Kastanya di Ambon, Senin (10/10)..

Dijelaskan, dari sekian banyak program yang telah pasangan PANTAS siapkan, ada empat program pro rakyat yang merupakan program unggulan, yang telah disaring dari visi besar pasangan PANTAS, yakni Ambon yang berkeadaban, Ambon yang berdaya saing serta Ambon yang sejahtera berbasis kearifan lokal yang berkeadilan dan didukung partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

“Keempat program pro rakyat, yaitu pertama, mewujudkan penciptaan lapangan kerja yang luas. Kedua, mewujudkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. ketiga, mewujudkan pasar dan terminal yang layak, Keempat, mewujudkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau,” ungkap Poli.

Program pro rakyat ini, tambah Poli, melahirkan berbagai rencana kegiatan yang betul-betul dibutuhkan sesuai kondisi aktual warga Kota Ambon antar lain, untuk mewujudkan penciptaan lapangan kerja yang maka akan dilatih 5000 pencari kerja, bantuan penguatan kapasitas bagi 500 home industri, optimalisasi layanan prima perizinan hanya selama empat hari dan penguatan ekonomi kreatif.

Untuk sektor pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, dimana ada beasiswa bagi 1000 pelajar dan mahasiswa, penguatan kapasitas bagi Sekolah Minggu dan Tunas Pekabaran Injil (Protestan), TPQ (Islam) dan Sekami (Katolik), layanan prima Puskesmas 24 jam di lima kecamatan mulai Senin-Minggu, layanan kesehatan reproduksi (KESPRO) gratis bagi anak dan remaja perempuan di semua Puskesmas serta layanan visum et repertum gratis bagi korban KDRT dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ambon.

Sementara menyangkut pasar dan terminal yang layak, Calon Wakil Wali Kota Ambon, M.A.S. “Sam” Latuconsina melanjutkan, akan dilakukan revitalisasi dan optimalisasi pasar tradisional di kecamatan, revitalisasi Pasar Mardika menjadi pasar tradisional modern, memaksimalkan fungsi pasar dan Terminal Transit Passo serta menata dan mengelola terminal sesuai fungsi pelayanannya.

Dan untuk pengendalian harga kebutuhan pokok, pemerintah akan melakukan operasi pasar dan pengaturan jalur distribusi barang (pengangkutan dan pergudangan).

Pasangan PANTAS meyakini semua hal diatas sangat mungkin terealisasi, karena mereka memiliki modal dukungan politik yang kuat lewat dukungan sembilan partai politik dengan keterwakilan 25 kursi di DPRD Kota Ambon.

"Bahkan, rumusan program dan kegiatan pro rakyat ini juga sudah dikonsultasikan dan mendapat dukungan dan apresiasi positif dari sembilan partai politik pengusung," ungkapnya.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) adalah partau politik pengusung pasangan PANTAS.

Sam menambahkan, kalimat “Bisa Biking Labe” menjadi komitmen pasangan PANTAS. "Komitmen yang lahir dari dua orang, yang meyakini bahwa esensi kepemimpinan adalah pengorbanan dan meniatkan hidupnya untuk melayani rakyat di Kota Ambon,” kata Sam.
“Bisa Biking Labe”, Labe Apa? Ini Penjelasannya Reviewed by Tribun Maluku on Senin, Oktober 10, 2016 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.