Narkoba Dan Paham Radikal

Zunita Nurhais, S.Farm. Apt
Nusantara saat ini sedang mengalami sakit, penyakit yaitu penyalahgunaan narkoba dan radikalisme. Radikal tidak jadi persoalan jika itu mengarah ke hal-hal yang positif artinya, tidak mengganggu orang lain. Begitu juga dengan narkoba, akan menjadi masalah jika disalahgunakan. Penyakit tersebut harus dibasmin secara bersama-sama.

Kita harus dan wajib memerangi narkoba, karena barang haram tersebut bisnis besar mafia yang akan mengancam generasi bangsa ini. Begitu juga radikalisme, kadang hal tersebut dipicu oleh ketidakadilan Pemerintah, kesenjangan sosial dan adanya KKN, namun bahaya lain dari paham radikal ini yaitu dipicu oleh narkoba.

Efek dari mengkonsumsi narkoba, memudahkan penggunanya dalam menerima konsep yang diajarkan oleh para pelaku radikalisasi. Orang yang menggunakan narkoba akan menjadi "fly", sehingga sangat berpotensi untuk dicecoki dengan doktrin paham radikal yang berbahaya.

Narkoba bukan lagi hanya sekedar kejahatan yang dapat merusak jiwa, tapi lebih dari itu narkoba menjadi strategi modern untuk melumpuhkan sebuah negara.

Akhir-akhir ini banyak pengamat yang sudah mewanti-wanti Pemerintah untuk bereaksi lebih keras terhadap bahaya narkoba yang sangat berpotensi mengancam kedaulatan Negara, karena narkoba merupakan perang yang dicipta bukan dengan senjata.

Kita lihat akhir-akhir ini di media cetak, elektronik, maupun media online, banyak terjadi perilaku radikal yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat, terutama remaja yang diakibatkan karena efek narkoba.

Perekrutan yang dilakukan kelompok radikal terhadap para pecandu narkoba kebanyakan berasal dari generasi muda. Usia muda merupakan usia labil, dimana pada usia ini perilaku mencoba-coba segala hal baik yang positif maupun negatif dilakukan. Inilah yang menjadi sasaran empuk para perekrut untuk menjaring anak-anak muda untuk menjerumuskan mereka dalam perilaku radikal atau menjadikan mereka sebagai pelaku-pelaku teror berpaham radikal.

Munculnya berbagai geng motor saat ini yang mulai bertransformasi sebagai pelaku begal selalu menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebagian besar dari mereka dipengaruhi oleh narkoba, sehingga mereka tidak merasa takut dalam melukai bahkan membunuh korbannya.

Karenanya, generasi muda harus membentengi diri dari pengaruh radikalisasi dengan memperkuat iman, memperluas wawasan dan selektif terhadap informasi di media sosial.

Perilaku radikal yang dipangaruhi efek narkoba juga menyerang lintas generasi, bukan hanya generasi muda yang menjadi sasaran empuk, tetapi sebagian besar lapisan elemen bangsa ini sudah terjerumus dalam bahaya yang sama.

Seseorang yang sudah dikuasai oleh narkoba, akan melakukan tindakan-tindakan amoral yang menjurus pada perilaku radikal yang berbahaya untuk lingkungan sekitar, bahkan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.

Efek narkoba bagi para pelaku radikal lebih berbahaya dampaknya dari pada perilaku radikal yang dilakukan karena ketimpangan sosial. Kenapa demikian? hal ini dikarenakan hilangnya konsentrasi dan melemahnya kesadaran akan lingkungan sekitar oleh para pengguna narkoba, sehingga perilaku radikal mereka sudah pasti tidak akan terkontrol dan akan melakukan apa saja di luar kesadarannya.

Narkoba sebagai obat mujarab yang diinginkan oleh para "perekrut" untuk menyebar ketakutan dari para pelaku radikalisme. Hal ini sudah pasti akan mengganggu masyarakat di lingkungan sekitar. Kondisi ini jika dibiarkan, akan mengancam kehidupan bernegara di negara ini.

Kondisi "menyeramkan" ini, wajib menjadi warning untuk para stakeholder terkait dalam mengantisipasi penyebaran barang haram tersebut. Selain itu peran serta masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk peran keluarga yang sudah pasti menjadi benteng pertama penangkal bahaya narkoba.(Oleh : Zunita Nurhais, S.Farm. Apt. Staf Pencegahan Bidang P2M BNNP Maluku)
Narkoba Dan Paham Radikal Reviewed by Ibek Melsasail on Rabu, November 15, 2017 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.