Peran Perangkat Adat Dalam Memberantas Narkoba Di Maluku

Nurnaningsih Umasugi, SKM
Era Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, liberalisasi perdagangan serta pesatnya kemajuan industri pariwisata, telah menjadikan Provinsi Maluku sebagai daerah yang sangat potensial dan rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Beberapa lingkungan tempat yang sering menjadi sasaran peredaran gelap narkoba antara lain lingkungan pergaulan dan tempat hiburan, lingkungan pekerjaan, lingkungan pendidikan, serta tempat tinggal.

Melihat sudah semakin brutalnya daya rusak narkoba di Indonesia khususnya di Maluku, maka sudah saatnya para Perangkat Adat di daerah ini harus berperan aktif, bergerak secara serius untuk mengambil langkah-langkah nyata dan strategis dalam hal, pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Wilayah Maluku yang lebih dikenal dengan istilah bumi raja-raja dan juga dikenal sebagai wilayah seribu pulau, tentu sangat rentan terhadap masuknya peredaran gelap narkoba. Dengan massivenya peredaran narkoba di Maluku, maka seharusnya peran Perangkat Adat sangat berpengaruh penting untuk mencegah masyarakat Maluku agar tidak terjerembab dalam penyalahgunaan narkoba.

Seiring dengan bergesernya zaman, maka Perangkat Adat di bumi raja-raja ini hampir tidak lagi identik dengan nilai-nilai adat yang sudah turun temurun dari para leluhur. Dalam artian bahwa, sebenarnya apabila Perangkat Adat dengan segala ketentuan-adat dalam kehidupan sehari-hari berjalan eksis dengan penuh wibawa maka segala bentuk negatif yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat adat di Maluku dapat dibendung termasuk kejahatan narkoba.

Sebagai contoh, dalam Perangkat Adat masyarakat Maluku ada yang disebut sebagai KEWANG. Para Kewang yang terdiri dari beberapa orang yang diangkat oleh Raja negeri adat, mempunyai fungsi sebagai pengawas pelaksanaan aturan-aturan atau disiplin dalam masyarakat. Salah satu tugas utamanya juga melaksanakan sidang adat.

Dalam aturan-aturan adat dimasukan tentang pelanggaran penyalahgunaan narkoba maka dapat dipastikan kekhawatiran mengenai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat diminimalisir.

Dengan difungsikan Kewang sebagai "POLISI ADAT" dengan segala kewibawaan dan ketegasan serta dibarengi dengan pengetahuan yang cukup tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba, maka segala ancaman dalam bentuk apapun termasuk kejahatan narkoba terhadap masyarakat dapat terbentengi. Terlebih dari pada itu nilai-nilai adat dari segenap masyarakat Maluku dapat dilaksanakan dengan baik seperti apa yang dicita-citakan para leluhur ribuan tahun yang lalu.

Untuk itu perlu dibentuk satgas anti narkoba dengan melibatkan seluruh negeri adat agar dapat mengamankan wilayah–wilayah negeri adat dari peredaran gelap narkoba.

Peranan Perangkat Adat pada masa sekarang ini harus di support untuk bisa keluar dari comfort zone yang terkesan statis, yang hanya memikirkan wilayah adatnya saja tanpa menghiraukan manusia-manusia yang ada di dalam wilayah adat.

Perangkat Adat harus mampu berfikir out of the box tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang ada, karena manusia-manusia yang terbentuk dalam masyarakat adat yang taat akan aturan-aturan adat akan mampu menjaga keharmonisan dan melestarikan nilai luhur dan fungsi adat sebagaimana mestinya.

Sebagai masyarakat Maluku tentu kita tidak ingin melihat generasi penerus kita hancur akibat narkoba. Sudah saatnya para raja-raja serta perangkat-perangkat adat di seluruh wilayah Maluku menunjukkan eksistensi secara nyata dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Maluku.

Pada kenyataannya, tidak ada satupun sistem atau kelompok yang bisa memberantas dan mencegah sendiri penyalahgunaan narkoba di wilayahnya masing-masing. Bahkan Pemerintah sekalipun tidak akan mampu memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba jika tanpa bantuan masyarakat dan aparat penegak hukum, begitupun sebaliknya.

Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh segenap perangkat adat di Maluku adalah untuk membangun rasa Memiliki, rasa “Laeng Sayang Laeng”, dan juga menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini terbukti sebagai perisai dari segala pengaruh negatif yang dapat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi adat istiadat.

Ingat!!! Narkoba mengancam keberlangsungan hidup generasi penerus Maluku. "TOMA MAJU LAWAN NARKOBA".(Oleh : Nurnaningsih Umasugi, SKM; Staf P2M BNNP Maluku)
Peran Perangkat Adat Dalam Memberantas Narkoba Di Maluku Reviewed by Ibek Melsasail on Senin, November 13, 2017 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.