Hidup Bukan Sekedar Kenikmatan

Dra. Yane Sahetapy
Defenisi remaja menurut WHO adalah suatau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Pada usia ini, anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama.

Salah satu faktor sangat mencolok dalam diri remaja adalah, pengendalian diri lemah dan cenderung mencari sensasi.

Secara Nasional pengguna Narkoba 50,34 persen yaitu mereka yang sudah bekerja dan mempunyai penghasilan, 27,32 persen pelajar dan yang tidak bekerja sebanyak 22,34 persen.

Setiap orang pastilah merasa bahagia menikmati hasil kerjanya, anak sekolah/mahasiswa merasa bahagia apabila mendapat hasil ujian dengan nilai yang baik dan memuaskan.
Itulah sebabnya manusia berusaha untuk bekerja dan belajar tekun. Melalui kerja keras dan belajar tekun akan mendapat cukup uang dan memperoleh nilai yang baik.

Uang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan hidup manusia. Prestasi sangat dibutuhkan oleh siswa/mahasiswa untuk memperoleh masa depan yang cemerlang. Setiap orang di dunia ingin memperoleh kepuasan atas kenikmatan hidup dan tentu berkat keuangan yang cukup dalam pendanaanya.

Uang merupakan faktor penting dalam hal ini, tanpa uang tak mungkin seseorang dapat mencicipi kenikmatan kehidupan dirinya.

Berkaca dari hal tersebut, maka bagaimana cara mendapatkan uang ? Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Swasta menantikan gaji tiap bulan.

Pedagang mencari keuntungan melalui penjualan barang (berdagang) dengan membuat strategi untuk mendapat keuntungan yang lebih besar. Sedangkan anak sekolah/kuliah menunggu kiriman uang dari orang tua.

Kadang uang sekolah/kuliah itu disalahgunakan. Hal ini menjadi jalan masuk bagi bandar Narkoba untuk melancarkan aksinya dengan bujuk rayu kepada para remaja, diawali dari mencoba-coba dan diberi gratis, lama kelamaan mereka menyukai dan sangat membutuhkannya hingga akhirnya menjadi ketergantungan.

Di saat seperti inilah masa depan mereka hancur, cita-cita kandas di pertengahan jalan. Anak menyalahgunakan kepercayaan orang tua, uang sekolah/kuliah di pakai untuk membeli narkoba.

Hidup dinikmati dengan kesenangan mulai dengan merokok, minum-minuman keras dan akhirnya mengkonsumsi Narkoba, padahal semua kesenangan tersebut merupakan kesenangan semu yang berakibat fatal.

Apalagi dampak Narkoba jika sudah ketergantungan, akan berakibat pada gangguan fisik dan psikis serta kerusakan susunan saraf pusat bahkan sampai menyebabkan kematian.

Jika remaja sudah demikian, maka diperlukan penanganan khusus. Keluarga sebagai orang terdekat harus berperan penting dalam mengawal dan mendidik buah hatinya.

Para remaja pun harus diajarkan keterampilan untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana, jika dihadapkan pada pilihan yang sulit (baca; bujuk rayu pengedar narkoba).

Keterampilan dalam pengambilan keputusan sangat diperlukan oleh anak, remaja maupun pemuda yang sedang menghadapi berbagai tantangan dan masalah termasuk masalah penyalahgunaan narkoba. Pengambilan keputusan (Decision Making) adalah proses ketika seseorang memilih dari beberapa arternatif/pilihan keputusan.

Hal ini merupakan proses logis dari cara pikir seseorang mengenai permasalahannya dan mengambil keputusan tepat dan bijaksana untuk mengatasi masalah tersebut.

Bila keputusan tersebut gagal maka jadikan sebagai pelajaran dan berbuat lebih baik lagi. Belajar dari berbuat kesalahan dan harus memperbaikinya, karena kita bebas menentukan arah hidup kita.

Tetapi ingat, "NARKOBA” hanya ada dua pilihan yakni Hidup (bila melakukan pilihan yang tepat) atau Mati (bila melakukan pilihan yang salah)."STOP NARKOBA, Katakan Tidak pada Narkoba. Hidup atau Mati.(Oleh : Dra. Yane Sahetapy; Kepala Seksi Pencegahan Bidang P2M BNNP Maluku)
Hidup Bukan Sekedar Kenikmatan Reviewed by Ibek Melsasail on Jumat, Januari 12, 2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.