Nilai Bendungan Waiapo 2,2 Triliun Siap Dibangun

Ilustrasi
AMBON Tribun-Maluku.com- Pembangunan bendungan Waiapo di kabupaten Buru sesuai Perpres 58 tahun 2016 merupakan salah satu proyek Jumbo atau Strategis Nasional di Maluku, dengan besar anggaran 2,2 triliun.

Kontrak kerja sudah ditandatangani tanggal 28 Desember 2017 lalu untuk dua paket. Satu paket untuk jalan akses dan bangunan pelengkap bedungan dengan biaya 1,1 triliun dan pake ke-2 dengan biaya 2 triliun untuk tubuh bendungan.

Jika bendungan Waiapo ini terealisasi, maka manfaatnya sangat luar biasa dan fungsinya untuk fload control,"kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) provinsi Maluku Ismael Usemahu, usai rapat koordinasi lintas instansi di Ambon, Kamis (11/1/2018).

Menurut Usemahu, sekarang ini lahan fungsional untuk irigasi di pulau Buru kurang lebih 7.000 hektar dan ketika difungsikan akan naik menjadi 10.000 sampai 15.000 hektar fungsional.

Bedungan Waiapo juga bisa menjadi penyedia air baku sampai 250 liter dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten Buru. Selain itu fungsi bedungan ini untuk tenaga listrik dan bisa mengahasilkan energi listrik sampai 6 mega watt.

Dalam rapat koordinasi tersebut telah disepakati untuk membuat ection plan atau tami frame untuk percepatan bedungan Waiapo termasuk dengan ijin, karena harus secepatnya ada ijin penetapan lokasi.

Rapat Koordinasi
"Akan ada ijin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup karena lahan yang akan dipakai sekitar 580 hektar. 422 hektar diantaranya masuk hutan lindung sehingga perlu mendapatkan ijin pinjam pakai,"jelasnya.

Bulan April 2018 sudah harus ection dilapangan dan proyek ini sifatnya multy year yaitu sampai lima tahun ke depan atau sampai tahun 2022.

"Proyek strategis nasional di Maluku ini harus berjalan lancar, bila perlu lebih cepat dari waktu yang ditentukakan,"janjinya.(TM)
Nilai Bendungan Waiapo 2,2 Triliun Siap Dibangun Reviewed by Ibek Melsasail on Kamis, Januari 11, 2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.