Ambon, Tribun Maluku. Bupati Kabupaten Buru, Ikram Umasugi menyampaikan program kerja 100 hari pertama usai dilantik oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa pada 26 Mei 2025 lalu.
Program prioritasnya difokuskan pada pembenahan wajah kota, penanganan banjir, serta reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru.
“Kami mulai dari hal mendasar seperti penanganan sampah dan banjir, karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Umasugi pada wartawan di Rumah Rakyat Karang Panjang Ambon, Selasa (17/6/2025).
Umasugi menilai dua persoalan tersebut harus segera ditangani mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.
Ia juga menyatakan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas layanan dasar di sektor pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.
Menurut mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu, pembenahan birokrasi merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
“Reformasi birokrasi tentu menjadi bagian dari prioritas 100 hari. Namun, perombakan ini akan dilakukan berdasarkan kajian dan analisis kebutuhan yang matang,” ujarnya.
Ia menambahkan, program 100 hari ini akan menjadi pijakan awal bagi perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Buru.
“Kita ingin mulai dengan kerja cepat dan tepat, tapi tetap menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Umasugi.






