Pasangan "Hebat" Harus Tambah 51.410 Dukungan Sah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku memastikan pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wagub Maluku melalui jalur perseorangan, Herman Koedoeboen - Abdullah Vanath dengan jargon "HEBAT" harus menambah 51.410 dukungan sah hasil verifikasi tahap kedua agar memenuhi persyaratan minimal dukungan 122.895 KTP agar lolos mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku memastikan pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wagub Maluku melalui jalur perseorangan, Herman Koedoeboen - Abdullah Vanath dengan jargon "HEBAT" harus menambah 51.410 dukungan sah hasil verifikasi tahap kedua agar memenuhi persyaratan minimal dukungan 122.895 KTP agar lolos mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018.

"Kami menjadwalkan pada 10 - 11 Februari 2018 menerima berita acara pelaporan hasil verifikasi faktual dari 11 kabupaten/kota, selanjutnya melaksanakan rapat pleno untuk memutuskan pasangan 'HEBAT" berhak mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018 ataukah tidak," kata Komisioner Devisi Teknis KPU Maluku, La Alwi, dikonfirmasi, Sabtu (10/2).

Verifikasi faktual tahap pertama pasangan "HEBAT" hanya memiliki 71.485 dukungan yang sah sehingga harus melakukan perbaikan.

Berdasarkan ketentuan perundang - undangan, maka pasangan "HEBAT" saat perbaikan harus memasukan dua kali lipat dukungan yang sah dari 51.410.

Pasangan "HEBAT" memasukkan perbaikan dukungan sebanyak 178.563 KTP dan dinyatakan sah 154.282.

Setelah verifikasi administrasi, maka dukungan yang sah sebanyak 141.304, selanjutnya dilakukan verifikasi faktual pada 1 - 5 Februari 2018 secara bertahap dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi.

Berita acara dari desa disampaikan ke kecamatan untuk diproses pada 6 - 7 Februari 2018. Proses di kabupaten/kota pada 8 - 9 Februari 2018.

Proses di KPU Maluku pada 10 - 11 Februari 2018 yang nantinya melalui rapat pleno memutuskan jumlah minimal dukungan pasangan 'HEBAT' memenuhi persyaratan 122.895 pemilih ataukah tidak.

"Jadi pasangan 'HEBAT' bersama simpatisan harus bersabar hingga KPU Maluku melaksanakan rapat pleno untuk memutuskan berhak mengikuti Pilkada ataukah tidak pada 27 Juni 2018," tandas La Alwi.

Sedangkan, Koordinator Relawan pasangan "HEBAT", Michael Palyama, optimistis kandidatnya mengikuti Pilkada Maluku pada 27 Juni 2018 bersama dua pasangan Balon Gubernur dan Wagub yang direkomendasikan para partai politik (Parpol).

"Kami sudah bekerja keras agar lolos mengikuti pemilihan Gubernur dan Wagub Maluku periode 2018 - 2023 bersama petahana Gubernur, Said Assagaff - Anderias Rentanubun (SANTUN) dan Murad Ismael - Barnabas Orno(BAILEO)," kata Michael.

Karena itu, para pendukung maupun simpatisan pasangan "HEBAT" di 11 kabupaten/kota yang menginginkan pimpinan Maluku baru dengan program pembangunan menyejahterakan lebih dari 1,8 juta jiwa penduduk agar tetap bersabar menunggu penetapan calon Gubernur dan Wagub oleh KPU dijadwalkan 12 - 13 Februari 2018.

"Kami dari awal tetap optimistis sebab pasangan 'HEBAT' mengikuti tahapan Pilkada Maluku karena dukungan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan mengingat Maluku saat ini berada di peringkat keempat termiskin di Tanah Air," tegas Michael.

Pasangan Balon Gubernur dan Wagub Maluku lainnya adalah Murad Ismael - Barnabas Orno dengan jargon "BAILEO" direkomendasikan PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PKP, PPP dan PAN dengan keterwakilan 27 dari 45 legislator Maluku.

Pasangan petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun dengan jargon "SANTUN" direkomendasikan Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS masing - masing enam kursi di DPRD Maluku.
Pasangan "Hebat" Harus Tambah 51.410 Dukungan Sah Reviewed by Tribun Maluku on 2/10/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.