Cakupan Wilayah Yayasan Gasira Masih Terbatas

Pendeta Dr. Lies Mailoa Marantika 
AMBON Tribun-Maluku.com- Yayasan GASIRA Maluku mempunyai cakupan wilayah kerja masih terbatas meliputi Kota Ambon, Negeri Nuruwe Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Maluku Tengah di Negeri Haria, Ihamahu, Tuhaha, Sirisori Islam, Ulath dan Negeri Oma.

Jumlah kasus yang ditangani oleh Yayasan GASIRA Maluku dari tahun 2013 sampai 2017 meliputi; Tahun 2013 untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 1 kasus, Perkosaan Anak 13 kasus, Pelecehan Seksual 3 kasus dan Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 6 kasus, jumlah 23 kasus.

Tahun 2014 sebanyak 21 kasus terdiri dari; KDRT 0, Perkosaan Anak 13 kasus, Pelecehan seksua l8 dan TPPO tidak ada. Tahun 2015 sebanyak 52 kasus terdiri dari; KDRT 10 kasus, Perkosaan Anak 25, Pelecehan Seksual 17, TPPO tidak ada.

Tahun 2016 sebanyak 59 kasus terdiri dari; KDRT 12 kasus, Perkosaan Anak 30, Pelecehan Seksual 12 dan TPPO 5 kasusu dan tahun 2017, 53 kasus yaitu KDRT 24 kasus, Perkosaan Anak 11, Pelecehan Seksual 15 dan TPPO 3 kasus,"kata Ketua Yayasan GASIRA Maluku Pendeta Dr. Lies Mailoa Marantika di Ambon, Rabu (14/3/2018).
.
Menurutnya, Rumah Aman GASIRA (RAM) mendapat data-data KDRT berdasarkan rujukan dari pihak terkait seperti; P2TPA kota Ambon, Sitas GASIRA di Lease dan Nurue, PPA Polres P. Ambon dan PP. Lease, Polda Maluku dan laporan langsung dari masyarakat.

Berdasarkan data kasus yang ditangani GASIRA, dapat dilihat pola kekerasan terhadap perempuan (KTP) berdasarkan rana terjadinya KTP dan kekerasan terhadap anak (KTA) Perempuan, bentuk serta jenis kekerasan.

Rana atau domain KTP dikategorikan menjadi tiga golongan yakni; Kekerasan dalam rumah tangga dan relasi personal, Kekerasan dalam komunitas dan Kekerasan yang dilakukan oleh (aparatur) negara.

Dikatakan, rana KTP ini dilihat dari lokus atau tempat terjadinya kekerasan, serta hubungan antara pelaku dan korban kekerasan. Chart di atas memperlihatkan bahwa, seksual dalam komunikasi menempati tempat tertinggi/pertama adalah perkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak perempuan.

TPPO, diperdagangkan untuk kegiatan prostitusi, niat menjadi pekerja migran, dan dipekerjakan di tempat hiburan.

Tertinggi kedua adalah; kekerasan dalam rumah tangga yang terdiri dari kekerasan terhadap istri seperti; kekerasan fisik, psikis, penelantaran serta kekerasan terhadap anak perempuan seperti; seksual (perkosaan terhadap anak perempuan oleh orang dekat dalam keluarga), penelantaran dan kekerasan dalam pacaran.(TM02)
Cakupan Wilayah Yayasan Gasira Masih Terbatas Reviewed by Ibek Melsasail on 3/14/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
All Rights Reserved by Tribun-Maluku.com | Berita Maluku Terkini © 2014 - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.