Gubernur Maluku Apresiasi IAIN Jadi UIN

Pelaksana Tugas Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengapresiasi janji Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meningkatkan status Institut Agama Islam Negeri Ambon menjadi Universitas Islam Negeri.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Pelaksana Tugas Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengapresiasi janji Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meningkatkan status Institut Agama Islam Negeri Ambon menjadi Universitas Islam Negeri.

"Saya mengapresiasi janji Menag karena ini merupakan perjuangan civitas akademika IAIN Ambon sejak 2012," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (6/3).

Menag menyatakan janjinya seusai membuka dan meresmikan gedung pusat kajian musik Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon pada 5 Maret 2018.

Zeth mengakui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sejak dini telah memfasilitasi pengadaan lahan untuk pembangunan kampus UIN di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

Lahan di Negeri Liang telah disiapkan seluas 150 hektare.

Dia memandang perlu memfasilitasi penyediaan lahan pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) karena anggarannya telah dialokasikan Kementerian Pendidikan melalui APBN 2017.

"Jadi pembebasan lahan akan dikoordinasikan dengan Rektor IAIN Ambon Dr Hasbollah Toisuta M.Ag serta pihak berkompeten lainnya agar terealisasi dalam waktu dekat," ujarnya.

Zeth siap mendorong stafnya mendukung IAIN Ambon untuk melakukan negosiasi harga tanah dengan para pemilik lahan yang ditetapkan pemerintah Negeri Liang.

"Saya mengimbau para pemilik lahan melihat strategisnya pembangunan kampus UIN bagi pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Maluku sehingga tidak meminta harga yang mahal. Apabila, harga tanahnya mahal, maka harus memanfaatkan jasa tim appraisal dari Makassar, Sulawesi Selatan," katanya.

Sebelumnya, Menag Lukman berjanji jika semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi civitas akademika IAIN Ambon, maka siap berupaya keras untuk segera mengalihkan status menjadi UIN Ambon.

"Jika semua administrasi sudah lengkap, maka akan diupayakan IAIN menjadi UIN Ambon," katanya.

Dia mengatakan, Kemenang mengapresiasi keinginan masyarakat Kota Ambon maupun Maluku secara umum untuk menjadikan IAIN sebagai UIN Ambon.

"Kami akan bekerja keras untuk segera mengalihkan status IAIN menjadi UIN Ambon karenanya perlu dukungan doa dari berbagai komponen bangsa di Maluku," kata Menag.

IAIN Ambon berdiri pada 1960 sebagai cabang Surabaya. Hanya saja, sempat beraktivitas setahun kemudian ditutup karena tidak ada peminat.

Pada 1982 dibuka dua fakultas, yaitu Syariah dan Ushuluddin dari IAIN Alauddin Cabang Makassar, selanjutnya menjadi definitif pada 1987.

Pada 1997 dua fakultas itu dialihstatuskan dari IAIN menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon, tidak lagi di bawah naungan IAIN Alauddin Makassar. STAIN Ambon pada 2006-2007 dialihkan menjadi IAIN Ambon.
Gubernur Maluku Apresiasi IAIN Jadi UIN Reviewed by Tribun Maluku on 3/06/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
All Rights Reserved by Tribun-Maluku.com | Berita Maluku Terkini © 2014 - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.