Kemenpar Dukung Perwujudan Ambon Kota Musik Dunia

Kementerian Pariwisata mendukung upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia di tahun 2019, kata Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Kementerian Pariwisata mendukung upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia di tahun 2019, kata Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

"Kami mendukung penuh upaya mempromosikan pariwisata Maluku, terutama mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia di tahun 2019," katanya di Ambon, Minggu (18/3).

Menurut dia, Calendar of Event (CoE) Provinsi Maluku tahun 2018 telah diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dengan menghadirkan 23 event.

Dari segi pemasaran, Kemenpar mendukung 23 event yang akan digelar sepanjang tahun 2018 dengan dua agenda besar yakni Festival Teluk Ambon dan Pesta Rakyat Banda.

"Kami sangat mendukung serta siap mempromosikan Ambon sebagai kota musik dunia melalui Calendar of Event," ujarnya.

Hariyanto mengakui, target kunjungan wisatawan ke Maluku tahun 2018 mencapai 25.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 150 ribu wisatawan nusantara.

Target kunjungan wisatawan perlu inovasi baru termasuk agenda musik dunia di Ambon karena Ambon mendapat dukungan penuh dari Bekraf dan Kemenpar.

"Kita berharap agenda tahunan Festival Java Jazz di tahun 2019 dapat dilaksanakan di Kota Ambon, jangan fokus di Jakarta terus. Agenda musik internasional tersebut selayaknya juga digelar di Ambon sehingga perwujudan kota musik dunia tercapai," katanya.

Percepatan Kota Ambon, katanya, untuk ditetapkan sebagai kota musik dunia juga harus selaras dengan keindahan alam dan budaya Maluku yang juga telah mendunia.

"Ke depan Ambon diharapkan bukan hanya sebagai kota musik dunia, tetapi juga wisata lainnya yang harus didukung oleh infrastruktur sehingga ketika ada wisatawan lokal maupun dari mancanegara datang, mereka tidak hanya menikmati musik saja, tetapi ditunjang objek wisata," kataya.

Ditambahkannya, survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dilakukan BPS tahun 2017, Provinsi Maluku menempati urutan kedua dengan nilai 73,77, karena itu warga Ambon bukan saja memiliki DNA bermusik, tetapi juga bahagia yang selaras dengan sektor pariwisata.

 "Maluku memiliki modal dasar bahagia, karena musik membuat bahagia itu dapat dipastikan, dan dengan modal itu Kemenpar mendukung penuh upaya mempromosikan pariwisata Maluku, terutama mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia," kata Hariyanto.
Kemenpar Dukung Perwujudan Ambon Kota Musik Dunia Reviewed by Tribun Maluku on 3/18/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.