Realisasi Penanaman Jagung Hanya 25.063 Hektar

AMBON Tribun-Maluku.com- Realisasi penanaman jagung hanya 25.063 hektar dari rencana penanaman komoditi jagung di Provinsi Maluku tahun 2017 lalu seluas 40 ribu hektar.

Luasan ini tersebar di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tenggara (Malra), Buru dan Buru Selatan.

Termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD) dengan luas tanam masing-masing 2.500 Ha (=5000 Ha), tidak bisa dilaksanakan penanaman karena masyarakat ingin menanam jenis jagung Komposit ketimbang jenis Hibrida.

Tidak tercapainya penanaman jagung seluas 40 ribu hektar karena pengaruh beberapa faktor baik teknis maupun kesiapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL),"kata Ir. Hans Talahatu, M.Si, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Maluku di Ambon, Jumat (16/3/2018).

Menurut Talahatu, jagung jenis Komposit itu varietas lokal namun sudah diuji atau diteliti oleh Litbang Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI.

Harga benih jagung komposit di pasaran cukup mahal, sementara harga benih yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian kecil sehingga tidak sesuai dengan harga di pasaran.

Ir. Hans Talahatu, M.Si
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyesuaikan harga, namun karena sudah ada kesepakatan secara nasional sehingga hal itu tidak bisa dikhususkan untuk Maluku saja.

Untuk itu strateginya adalah tahun 2018 ini, ada program pusat yaitu pengembangan jagung di daerah perbatasan melalui program pengembangan jagung komposit di MTB dan MBD dari 5 ribu Ha menjadi 10 ribu Ha.(TM02)
Realisasi Penanaman Jagung Hanya 25.063 Hektar Reviewed by Ibek Melsasail on 3/16/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.