Terdakwa Mengaku Serba Salah Layani Permintaan Bupati

Mantan bendahara pengeluaran Setda Kabupaten Seram Bagian Barat 2016, Rio Kormen mengaku serba salah dalam melayani permintaan pencairan dana oleh masyarakat yang mengatasnamakan Bupati SBB saat itu, Yacobus Puttileihalat, maupun Sekda Mansur Tuharea.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Mantan bendahara pengeluaran Setda Kabupaten Seram Bagian Barat 2016, Rio Kormen mengaku serba salah dalam melayani permintaan pencairan dana oleh masyarakat yang mengatasnamakan Bupati SBB saat itu, Yacobus Puttileihalat, maupun Sekda Mansur Tuharea.

"Kalau perintah Sekda biasanya tertulis tetapi kalau bupati hanya lisan dan kalau tidak dipenuhi, kami malah diancam secara kekerasan fisik," kata terdakwa di Ambon, Kamis (15/3).

Penjelasan Rio disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim tipikor Ambon, Christina Tetelepta didampingi Ronny Felix Wuisan dan Yefta Sinaga selaku hakim anggota dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim juga memeriksa Rio sebagai saksi mahkota atas terdakwa lainnya Petrus Eropley selaku mantan bendahara pengeluaran Setda Kabupaten SBB tahun 2016 dalam perkara dugaan korupsi dana publikasi senilai Rp700 juta lebih.

"Saya bersedia dihukum atas masalah ini, tetapi tidak ada fee atau janji apa pun yang diberikan kepada saya," kata saksi menjawab pertanyaan majelis hakim.

Majelis hakim mengatakan, dalam birokrasi bila ada perintah yang sama dari dua pejabat berbeda seperti bupati dan sekda tentunya akan membingungkan seorang bendahara.

Sehingga kebijakan yang diambil terdakwa untuk mencairkan dana publikasi tidak sesuai peruntukannya adalah suatu kesalahan fatal yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Hasil audit BPK RI Perwakilan Maluku menemukan adanya unsur kerugian keuangan negara sebesar Rp467,1 juta dari total anggaran Rp700 juta lebih, dimana kerugian yang dilakukan oleh bendahara pertama Petrus Eropley Rp90 juta lebih dan terdakwa Rio Kormen Rp300 juta lebih.

JPU Kejari SBB, Djidon Talakua dalam dakwaannya mengungkapkan berdasarkan bukti diketahui bahwa terdakwa Rio Khormein Amsyah selaku bendahara telah menyerahkan uang sebesar Rp473,3juta secara bertahap sebanyak 40 kali kepada 27 penerima dengan nilai bervariatif atas perintah Jacobus Puttileihalat yang saat itu menjabat Bupati SBB.

Ada sejumlah nama yang disebutkan audotor karena ikut menerima dana tersebut diantaranya Thomas Wattimena Rp50 juta, Alfin Tuasun Rp37,5 juta, Ampi Noak yang merupakan mantan Kadis Keuangan SBB Rp50 juta, Raja Kaibobo Rp10 juta, Camat Huamual Rp7,5 juta, pegawai Satpol PP bermarga Hatumena Rp10 juta.

Bahkan ada pegawai kontrak bernama Esau Maketake yang menerima Rp27 juta untuk berangkat ke Jakarta, kemudian isteri bupati bernama Ratna juga mendapatkan anggaran tersebut sehingga totalnya hampir mencapai Rp500 juta.

Saat ini sudah ada proses pengembalian yang lebih dari Rp200 juta dan telah disetorkan ke kas daerah.

Para terdakwa juga pernah menyampaikan keluhan mereka kepada Sekda SBB, Mansur Tuharea karena adanya intervensi dari bupati saat itu sangat tinggi.
Terdakwa Mengaku Serba Salah Layani Permintaan Bupati Reviewed by Tribun Maluku on 3/15/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.