BI Gencar Sosialisasi SP Non Tunai

Hujianto
AMBON Tribun-Maluku.com- Bank Indonesia (BI) selaku Bank Sentral di Indonesia saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi sistem pembayaran (SP) non tunai. Transaksi non tunai selain bisa mengurangi peredaran uang kartal (kertas dan logam), juga menghemat biaya jika dibandingkan dengan transaksi tunai.

SP non tunai merupakan sistem pembayaran tanpa menggunakan uang. Sistem ini mulai diperkenalkan dalam transaksi ritel tahun 1990. SP non tunai bukan pengganti sistem pembayaran tunai namun saling melengkapi antara tunai dan non tunai.

Alat atau instrumen pembayaran non tunai yang resmi diterbitkan Bank Indonesia adalah instrumen berbasis kartu dan elektronik. SP non tunai berbasis kertas terdiri dari Chek, Bilyet Giro, Wessel, Nota Debet, Kartu Kredit dan lainnya.

Mekanisme alat pembayaran non tunai ini menggunakan sistem kliring di BI,”kata Hujianto, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Maluku, saat pemaparan materi pada pelatihan wartawan ekonomi Provinsi Maluku tahun 2018, di Ora Beach Resort Desa Saleman Kec. Seram Utara Barat Maluku Tengah, Kamis (19/4/2018).

Menurut Hujianto, SP non tunai berbasis kartu (card bassed) atau alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang diperkenalkan awal era 1990-an. Dalam operasionalnya, APMK melibatkan empat lembaga yaitu Prinsipal, Penerbit, Perusahaan Switching dan Perusahaan Personalisasi.

"Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) terdiri dari kartu kredit atau kartu debet/ATM,"katanya.

SP non tunai juga berbasis elektronik yaitu transfer dana secara elektronik (credit transfer) dengan menggunakan sistem kliring.

Dikatakan, selain ketiga jenis SP non tunai tersebut mayarakat juga telah mengenal alat pembayaran elektronik yakni; layanan bank elektronik (e-banking) yang dikembangkan menjadi mobile banking pada tahun 1998 dan uang elektronik (e-money) yang dikembangkan sejak tahun 2002.

"Saat ini penggunaan SP non tunai sudah banyak beredar di Provinsi Maluku. Hujianto mencoba melakukan analisa dan sejauh ini belum semuanya di pakai, top up-nya masih menjadi kendala,”ucapnya.

Penggunaan SP non tunai lebih efisien ketimbang membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Untuk itu Hujianto berharap, masyarakat bisa menggunakan metode pembayaran non tunai, selain itu SP non tunai membantu memberikan kemudahan kepada pedagang dalam melakukan perputaran uang.(TM02)
BI Gencar Sosialisasi SP Non Tunai Reviewed by Ibek Melsasail on 4/23/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
All Rights Reserved by Tribun-Maluku.com | Berita Maluku Terkini © 2014 - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.