Rumput Laut, Terlantar Namun Berpotensi Besar



Kei merupakan salah satu dari bagian kepulauan yang ada di Maluku, terdiri dari 90% wilayah perairan. Kawasan di pesisir Kei ini cukup lengkap, bahkan disepanjang pantai yang ada di Kei terdiri dari hamparan rumput laut. Dengan begitu, kepulauan Kei ini menjadi salah satu tempat yang berpotensi besar untuk mengembangkan dan memproduksi rumput laut.


Oleh Christo Alvido Latuny



Berdasarkan data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, kawasan Kepulaun Kei di Maluku Tenggara Kei merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan rumput laut dengan jenis Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii sendiri merupakan salah satu jenis rumput laut yang bisa tumbuh di perairan dangkal dan mengandung karbohidrat, protein, sedikit lemak, dan abu. Selain itu juga merupakan sumber vitamin, seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, dan vitamin C, serta mengandung mineral seperti K, Ca, P, Na, Fe, dan Iodium.

Daerah ini merupakan wilayah yang dikelilingi oleh laut dan pemanfaatan potensi kelautan belum optimal. Perairan di Kepulaun Kei Maluku Tenggara sangat bersih dan jauh dari bahan-bahan pencemar sehingga sangat potensial digunakan untuk budidaya rumput laut. Potensi kelautan yang sangat besar dapat digunakan untuk budidaya rumput laut dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Yang menjadi faktor pendukung lainnya adalah karena di wilayah perairan Kei ini merupakan perairan dengan arus yang tidak terlalu kuat, sehingga memungkinkan untuk dapat membuat ekosistem serta budidaya rumput laut.

Namun sampai saat ini potensi alam yang luar biasa tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut terlihat dari belum banyaknya masyarakat yang mengupayakan rumput laut sebagai sumber ekonomi, dan pemerintahpun terlihat hanya berfokus pada pengembangan perekonomian pada sektor pariwisata. Pemerintah begitu antusias mempromosikan pariwisata hingga ke tingkat nasional namun abai dengan besarnya potensi usaha dibidang kelautan khusunya budidaya rumput laut.

Dalam proses pengembangan budidaya rumput laut hanya membutuhkan biaya yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pengembangan pada sektor pariwisata. Sektor pariwisata sendiri membutuhkan investasi dan infrastruktur yang relatif lebih mahal dan hanya dapat dijangkau oleh sebagian kecil masyarakat setempat. Oleh karena relatif mahal sampai-sampai dibeberapa daerah lain justru warga luar daerah atau warga asing yang mengelola dan menerima banyak manfaat dari tumbuhnya pariwisata tersebut.


Program pengembangan ekonomi pada sektor pariwisata tidaklah salah, karena sektor inipun juga sangat potensial menjadi penghela perekonomian masyarakat di kepulauan Kei, namun kurang tepat bila kemudian mengabaikan potensi laut yang kita miliki yaitu rumput laut. Semestinya pengembangan sektor pariwisata dan usaha rumput laut dapat berjalan seiring, komplementary sehingga bila kedua bidang tersebut menjadi fokus pemerintah daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan.

Potensi untuk mengembangkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan dapat meningkatkan nilai perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat di kepulauan Kei. Mengingat bahwa rumput laut jenis ini mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi dalam perdagangan internasional. Dari jenis rumpul laut ini dapat dibuat ekstrak karaginan karena dalam setiap Eucheuma mengandung 54% – 73% kadar karaginan.

Jika seluruh potensi ini dikembangkan dengan baik, maka bukan hanya perekonomian saja yang didongkrak naik namun secara tidak langsung akan menciptakan sejumlah lapangan pekerjaan yang dimana akan membantu memberantas pengangguran yang kala ini semakin hari semakin meningkat. Dengan ada hal tersebut, maka secara otomatis tingkat perekonomian di daerah pesisir dan daerah perkotaan menjadi sama rata karena mulai tumbuh industri rumput laut untuk mengembangkan potensi yang memungkinkan adanya masa depan yang cerah bagi provinsi Maluku terkhususnya masyarakat pesisi kepulauan Kei, Maluku Tenggara.


Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta

Rumput Laut, Terlantar Namun Berpotensi Besar Reviewed by Tribun Maluku on 4/17/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
Diberdayakan oleh Blogger.