Ini Obsesi Dari Kepala BLK Ambon

Agung Nur Rochmad, ST (kiri) dan Abdul Azis, ST. M.S.P
AMBON Tribun-Maluku.com- Obsesi dari Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon adalah membenahi infrastruktur, menata peralatan sesuai dengan standar industri, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) instruktur.

Para instruktur di BLK Ambon akan dilatih di Pulau Jawa, misalnya instruktur listrik di up date di perusahaan listrik yang besar atau di Balai-balai seperti di Serang Bekaasi atau di Bandung Jawa Barat.

Soal kontrak kinerja antara Kepala BLK Ambon dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Binalatas adalah, dalam tahun 2018 ini terget 1.400 orang harus dilatih di BLK Ambon.

BLK Ambon sudah melatih sebanyak 600 orang dengan jenis kejuruan masing-masing dan soal pelatihan yang sifatnya mobile, maka BLK Ambon akan mendatangi kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Misalnya, orang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat pingin untuk dilatih tujuan otomotif, maka BLK Ambon akan datang ke sana pake MTU,"kata Kepala BLK Ambon Agung Nur Rochmad, ST, usai berbuka Puasa bersama dengan seluruh staf dan Dharma Wanita Unit BLK Ambon, Selasa (5/6/2018).

Menurut Agung, program-program yang ada di BLK Ambon yang institusional seperti kejuruan IT dan Bangunan dilatih di BLK Ambon, sementara kejuruan yang lain akan dilatih secara mobile.

Cita-citanya adalah ingin meningkatkan status BLK Ambon seperti out put, minimal setara dengan BLK Makassar. Karena BLK yang ada di kawasan timur Indonesia yang kelihatan bagus adalah BLK Makassar.

Hasil pengamatannya soal animo masyarakat Maluku yang ingin dilatih di BLK Ambon masih banyak. Contonya, BLK Ambon membuka pelatihan untuk lima kejuruan dengan target 80 orang namun yang mendaftar 400 orang.

"Artinya, pelatihan-pelatihan di BLK Ambon masih diminati oleh masyarakat Maluku,"ucapnya.

Dikatakan, pelatihan di BLK Ambon berbasis kompetensi dan diakhir dari pelatihan ini ada sertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi (LSP). BLK Ambon termasuk LSP 2, sehingga berhak untuk mensertifikasi peserta pelatihan atau peserta didik yang ada di SMK di Maluku.

BLK Ambon sering diminta tenaga assesornya (tenaga penilai) untuk menilai ketrampilan anak-anak SMK.

Awal dari kemiskinan adalah tidak kompeten atau tidak mempunyai ketrampilan. Yang bisa dilakukan seseorang adalah ketrampilan yang gampang seperti Ojek.

"Namun, jika seseorang dibekali dengan ketrampilan seperti otomotif dan listrik, maka selain dia bekerja dia juga bisa berwirausaha guna meningkatkan taraf kehidupannya asalkan tidak malas,"harap Agung.(TM02)
Ini Obsesi Dari Kepala BLK Ambon Reviewed by Ibek Melsasail on 6/06/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
All Rights Reserved by Tribun-Maluku.com | Berita Maluku Terkini © 2014 - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.