Secara Umum Kondisi Tanaman Tidak Terkena Puso

 Ir. Yan Manasetiabudi
AMBON Tribun-Maluku.com-  Secara umum kondisi tanaman baik hortikultura maupun tanaman pangan tidak terkena Puso (gagal panen), akibat musim penghujan yang terjadi belakangan ini.

Kalau musim hujan, muncul banyak OPT (Organisme pangganggu tanaman/penyakit) namun itu sudah diantisipasi dengan bahan pengendali hayati seperti Agens hayati maupun Pestisida nabati.

Karena dengan bahan ini bisa menekan perkembangna OPT yang akan muncul pada musim penghujan,"kata Ir. Yan Manasetiabudi Kepala Seksi Proteksi Pertanian, Balai Proteksi Pertanian dan Peternakan Maluku (BP3M) Dinas Pertanian provinsi Maluku di Ambon, Selasa (26/6/2018).

Dicontohkan: tanaman Cabe biasanya muncul penyakit seperti layu pusarium bisa diatasi dengan Tricodherma dan Gleokladium (untuk mengendalikan penyakit), sehingga tidak terlalu berpengaruh walaupun musim hujan dan aman-aman saja.

Menurutnya, untuk tanaman pangan seperti Padi rata-rata sudah memasuki masa panen dan kini menghadapi Musim Tanam (MT) berikutnya. Sebagai contoh, di Pulau Buru sudah dicanangkan untuk MT 1 oleh Bupati Buru, Ramli Umasugi kemarin.

Termasuk di Pulau Seram sebagai daerah sentra Padi rata-rata memasuki Musim Tanam 1 yang waktunya selalu sama. Sedangkan khusus untuk tanaman Bawang, biasanya petani menanam setelah musim hujan untuk menghindari tanaman bawang menjadi busuk.

Ada kegiatan dari BP3M berupa geraka pengendalian OPT Hortikultura khususnya tanaman Cabe yang merupakan program upaya khusus (Upsus) di Maluku, sehingga pihaknya selalu mengikuti irama dari petani.

"BP3M sekaranag ini mengutamakan pengendalian ramah lingkungan untuk menghindari penggunaan pestisida kimia yang sangat merugikan seperti mempunyai dampak residu pada tanaman, petugas yang menyemprot dan manusia yang mengkonsumsi tanaman,"ucapnya.

Dikatakan, produk agens hayati dan pestisida nabati kurang diminati oleh petani di Maluku. Petani lebih senang menggunakan Pestisida kimia yang sifatnya instan, tanpa memikirkan dampak dari penggunaan pestisida dimaksud.

Untuk itu, melalui POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanamam) pihak BP3M selalu menghimbau agar petani dapat menggunakan produk agens hayati dan pestisida nabati.

Produk agens hayati berupa Tricodherma dan Gleokladium (untuk mengendalikan penyakit) dan PGPR (Plant Grout Promotion Rhizobakteri) untuk menyuburkan tanaman dan mengendalika OPT, sedangkan pestisida hayati seperti Akar tuba, Kalabasa dan Hutung.(TM02)
Secara Umum Kondisi Tanaman Tidak Terkena Puso Reviewed by Ibek Melsasail on 6/26/2018 Rating: 5
Facebook CommentsShowHide
Disqus CommentsLoadHide
All Rights Reserved by Tribun-Maluku.com | Berita Maluku Terkini © 2014 - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.