| Ir. Jefri Pattiasina, MT |
AMBON Tribun-Maluku.Com, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Maluku dan Maluku Utara dalam penanganan program untuk MP3EI khususnya di Provinsi Maluku mendapat alokasi dana di Masohi Kabupaten Maluku Tengah, yaitu pada ruas jalan Haya – Tehoru – Werinama dan sudah berjalan sampai tahun 2013 ini yang merupakan tahun terakhir.
Sedangkan untuk pulau-pulau lain guna mendukung program Trans Maluku setiap tahun ada program yang masuk namun bukan jalan nasional seperti di pulau Kisar dan pulau Moa, sementara untuk pulau lainnya yang besar hanya bisa dilaksanakan pekerjaan jalan nasional dan strategi nasional.
Demikian keterangan Ir. Jefri Pattiasina, MT Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Maluku dan Maluku Utara kepada TM.Com diruang kerjanya kemarin.
Menurut Pattiasina, pekerjaan jalan nasional dan strategi nasional kebanyakan di pulau-pulau besar seperti pulau Ambon, pulau Seram, pulau Buru, pulau Yamdena, pulau Wetar dan sedikitnya ada di pulau Kei Kecil.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan dermaga feri yang dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Provinsin Maluku berada pada ruas jalan nasional dan itu merupakanb senergitas antar PU dalam hal ini Bina Marga dengan Perhubungan dalam hal ini Perhubungan Laut, Darat maupun Udarah karena kalau Perhubungan membuat dermaga dan airpot namun kalau tidak ada akses jalan maka semuanya menjadi mubasir.
Dikatakan, jalan nasional pada intinya adalah membuka daerah dari daerah produksi ke daerah pemasaran dimana daerah pemasaran itu harus ada akses jalan, karena jika tidak maka hasil tidak bisa keluar.
Untuk itu maka Perhubungan harus melaksanakan pekerjaan baik dermaga penyebrangan dan dermaga laut maupun bandara harus sesuai dengan koordinasi, fungsi dan status jalan yang sudah ada.(02TM)





