Close Menu
Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    • Indeks Berita
    • Berita Pilihan Redaksi
    • Seputar Maluku
      • Maluku
      • Pertanian
      • Politik
      • Pemerintahan
      • Pendidikan
      • Kesehatan
      • Ekonomi
      • Seni dan Budaya
      • Olahraga
      • Opini
      • Artikel
    • Lintas Daerah
      • Ambon
      • Maluku Tengah
      • Aru
      • Buru
      • Buru Selatan
      • Seram Bagian Barat
      • Seram Bagian Timur
      • Maluku Barat Daya
      • Maluku Tenggara Barat
    • Tual
    • Maluku Tenggara
    • Redaksi
    • Hubungi Kami
    • Hak Jawab
    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Home » Ekonomi » BI : Inflasi Maluku Pada Maret 2021 Tercatat Rendah

    BI : Inflasi Maluku Pada Maret 2021 Tercatat Rendah

    Pewarta Ibek Melsasail8 April 2021
    infl 177777

    Ambon, Tribun-Maluku.com : Inflasi Provinsi Maluku pada Maret tahun 2021 tercatat relatif rendah yaitu sebesar 0,37 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,41 persen (mtm). Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh inflasi kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau.

    Secara tahunan, pada Maret 2021 Provinsi Maluku tercatat mengalami inflasi sebesar 0,07 persen (year on year/yoy), lebih rendah dari inflasi Nasional yang mengalami inflasi sebesar 1,37 persen (yoy).

    Angka inflasi tersebut lebih rendah target pencapaian inflasi tahun 2021 yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3%±1 persen (yoy),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Prov. Maluku, Noviarsano Manullang melalui siaran Persnya, Kamis (8/4/2021).

    Menurut Manullang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 1,08 persen (mtm) yang disebabkan oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat sejalan dengan pelaksanaan program vaksinasi di wilayah Provinsi Maluku.

    Di sisi lain, dampak La Nina yang diprediksi terjadi di bulan Oktober 2020 hingga Mei 2021, juga terpantau masih berdampak terhadap produksi komoditas pertanian terutama cabai rawit dan aktivitas melaut bagi nelayan di Provinsi Maluku, yang mengakibatkan kelangkaan ikan tangkap seperti ikan kakap merah dan ikan tongkol.

    Sementara itu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mencatatkan inflasi sebesar 0,95 persen, yang (mtm) disebabkan pembatasan sosial yang masih diberlakukan di Provinsi Maluku untuk memitigasi penyebaran Covid-19.

    Hal tersebut mengakibatkan mayoritas masyarakat membatasi mobilitas dan lebih banyak berada di dalam rumah sehingga terdapat peningkatan kebutuhan perlengkapan rumah.

    Hal ini tercermin dari kenaikan harga pada sabun detergen sebesar Rp1.500,00/pax dan lemari pakaian.

    Tekanan inflasi yang lebih tinggi di Provinsi Maluku tertahan oleh deflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama komoditas emas perhiasan. Penurunan harga emas perhiasan diakibatkan oleh koreksi harga emas dunia karena perbaikan ekonomi global.

    Berdasarkan Survey Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia Provinsi Maluku, penurunan harga emas menyentuh angka Rp25.000,00 pada emas 24 karat.

    Deflasi juga terpantau pada kelompok transportasi terutama harga tiket angkutan pesawat udara dikarenakan beberapa maskapai udara menerapkan potongan harga pada akhir Maret 2021.

    Dalam rangka pemantauan inflasi dan melaksanakan fungsi pengendalian inflasi di Provinsi Maluku, KPw-BI Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi guna memastikan kelancaran arus logistik di daerah itu tetap berjalan baik pada saat terdampak pandemi.

    KPw-BI Provinsi Maluku tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya TPID Provinsi Maluku sebesar 3,0±1 persen.

    Adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

    Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
    Berita SebelumnyaSMA Kristen Ambon Terima Penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna
    Berita Selanjutnya Hinolong Baman Minta Pemerintah Buka Gunung Botak

    Berita Terkait

    HUT

    Di HUT ke-68, Pertamina Patra Niaga Pamalu Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

    Neraca

    Ini Kondisi Neraca Perdagangan Maluku Januari sampai Oktober 2025

    Simulasi

    Simulasi Keadaan Darurat, Pertamina Patra Niaga Sigap Tangani Insiden Truk Skid Tank Yang Terbakar

    Pelatihan

    Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Pamalu Ikut Proficiency Test

    BI

    Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Maluku Tahun 2025

    Plh. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Ir. Jesicca E. Pupella, M.Si.

    BPS: Ekspor Maluku Tercatat Nihil Pada Oktober 2025, Sementara Impor  Mencapai US$32,48 Juta

    Tambahkan komentar

    Komentar ditutup.

    Ikuti Kami
    • Facebook 9.606
    • Twitter 2.691
    • Instagram 972
    • YouTube 354
    • LinkedIn 97
    • Telegram 583
    • WhatsApp
    Berita lainnya

    Jelang Ramadhan Stok BBM Maluku Cukup

    Gubernur Maluku: Evaluasi Eselon II Harus Terukur, Tidak Ada “Titipan” dalam Proses Mutasi

    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp Telegram LinkedIn Pinterest
    • Redaksi
    • Hubungi Kami
    • Ketentuan Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • UU Pers dan Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab
    © 2025 Tribun Maluku

    Ketik diatas dan tekan Enter untuk mencari. tekanEsc untuk membatalkan.