Close Menu
Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    • Indeks Berita
    • Berita Pilihan Redaksi
    • Seputar Maluku
      • Maluku
      • Pertanian
      • Politik
      • Pemerintahan
      • Pendidikan
      • Kesehatan
      • Ekonomi
      • Seni dan Budaya
      • Olahraga
      • Opini
      • Artikel
    • Lintas Daerah
      • Ambon
      • Maluku Tengah
      • Aru
      • Buru
      • Buru Selatan
      • Seram Bagian Barat
      • Seram Bagian Timur
      • Maluku Barat Daya
      • Maluku Tenggara Barat
    • Tual
    • Maluku Tenggara
    • Redaksi
    • Hubungi Kami
    • Hak Jawab
    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Home » Pariwisata » BI Maluku Dan Pemkab Malra Kembangkan Desa Wisata

    BI Maluku Dan Pemkab Malra Kembangkan Desa Wisata

    Pewarta Ibek Melsasail26 September 2018
    Diskusi

    AMBON Tribun-Maluku.com- Bank Indonesia (BI) Maluku bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara, Kota Tual, Pimpinan Pemerintah Desa dengan pelaku usaha, mendukung rencana percepatan sektor pariwisata di Maluku melalui pengembangan desa wisata di Kepulauan Kei.

    Hal tersebut merupakan salah satu poin penting hasil pembahasan dalam Diskusi Publik dengan tema “Mendorong Sektor Pariwisata Maluku melalui Pengembangan Desa Wisata”, yang diselenggarakan di Langgur pekan lalu 20 September 2018.

    Diskusi dihadiri oleh Bank Indonesia Maluku, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pimpinan Desa dan Pengurus Badan Usaha Milik Ohoi (Desa), Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tenggara, serta beberapa pelaku usaha di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

    Turut hadir dalam diskusi tersebut, narasumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara dan Pengelola Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta, Fahlul Mukti sebagai contoh pengembangan desa wisata yang telah berhasil.

    Saat ini, sedikitnya terdapat 20 desa wisata di Kabupaten Maluku Tenggara dengan tingkat perkembangan yang bervariasi dari masing-masing desa. Di satu sisi, terdapat desa wisata yang sudah cukup berkembang, namun di sisi lain masih terdapat desa wisata yang masih dalam tahap awal pengembangan.

    Pengetahuan akan desa wisata dari masyarakat desa tersebut juga masih sangat terbatas. Pemaparan yang disampaikan oleh Fahlul Mukti disambut antusias oleh peserta diskusi, khususnya para pimpinan dan masyarakat desa.

    Sejarah pembentukan Desa Wisata Kaki Langit dari desa yang miskin dan dipandang sebelah mata hingga menjadi desa wisata yang terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan lokal dan asing cukup menginspirasi peserta.

    Strategi Desa Wisata Kaki Langit yang tidak hanya menawarkan keindahan objek wisata, tetapi juga menjual experience bagi wisatawan ditambah dengan story telling atas suatu objek wisata, dan prinsip diferensiasi dari masing-masing objek wisata tersebut, dinilai sebagai strategi cerdas dan sangat mungkin diterapkan desa wisata di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

    Peserta diskusi sependapat bahwa dana yang dimiliki desa perlu dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan bertanggung jawab, termasuk dana yang berasal dari Dana Desa maupun bantuan sosial yang disalurkan Pemerintah Daerah, instansi vertikal, maupun perusahaan dan pelaku usaha.

    Atas hal tersebut dan mengingat pengetahuan yang masih terbatas mengenai pengembangan desa wisata, para pengelola desa mengharapkan adanya pendampingan yang berkelanjutan, baik dari pemerintah daerah ataupun instansi vertikal seperti Bank Indonesia.

    Melalui koordinasi yang baik dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan desa, Bank Indonesia Maluku optimis bahwa desa wisata di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dapat berkembang lebih baik lagi.

    Meskipun desa wisata di kedua daerah itu masih dalam tahap pengembangan, tetapi dengan melihat potensi kekayaan alam yang sangat melimpah bukan tidak mungkin, pengembangan desa wisata dimaksud menjadi penghasil sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku.

    Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Maluku juga tetap terjaga, bahkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa secara signifikan.(TM02)

    Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
    Berita SebelumnyaAtasi Masalah Kependudukan, Butuh Aparatur Yang Handal
    Berita Selanjutnya Maluku Punya Semangat Untuk Bangkit Dari Masa Lalu

    Berita Terkait

    Screenshot 2025 1201 154927

    Manggurebe Belang Ramaikan Banda Heritage Festival 2025

    IMG 20250323 020334

    Masuk Masa Pemeliharaan, Pemugaran Benteng Duurstede Berstandar Nasional, Diawasi Ketat

    IMG 20241211 140915

    Gandeng Erasmus Huis, AMO Gelar Pertunjukkan Animato Quartet

    IMG 20241012 142318

    Lima Tahun ACOM, Pemkot Gelar Mangente Ambon Festival 

    IMG 20241210 120018

    Masuk 50 Besar Desa Wisata Negeri Laha Jadi Sasaran Visitasi dan Penilaian Lapangan

    IMG 20240625 224052

    Tahun Kedua Negeri Laha Masuk 50 Besar ADWI 2024

    Tambahkan komentar
    Tinggalkan Balasan

    Ikuti Kami
    • Facebook 9.606
    • Twitter 2.691
    • Instagram 972
    • YouTube 354
    • LinkedIn 97
    • Telegram 583
    • WhatsApp
    Berita lainnya

    Terobosan Adminduk Tanimbar, Pemuda Pancasila Apresiasi Layanan Publik Merata hingga Pelosok

    Update Covid-19 : Penambahan 5 Pasien Sembuh, Total 14.343

    Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp Telegram LinkedIn Pinterest
    • Redaksi
    • Hubungi Kami
    • Ketentuan Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • UU Pers dan Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab
    © 2025 Tribun Maluku

    Ketik diatas dan tekan Enter untuk mencari. tekanEsc untuk membatalkan.