Dobo, Tribun-Maluku.com : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Pendidikan dan Pelatihan Tim Reaksi Cepat ( Diklat TRC), bertempat di desa Wangel, Kamis (10/10/2019).
Wakil Bupati Aru, Muin Sogalrey mengatakan, pendidikan dan pelatihan Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana, perlu dilaksanakan sebagai bagian dari kebutuhan untuk meningkatkan SDM yang terlatih, terampil dan tangguh dalam menghadapi setiap bencana.
“Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Kepulauan Aru harus siap sedia kapan dan dimana saja bersama semua pihak saling bersinergi, bergotong royong dalam membantu masyarakat yang terkena dampak dari bencana yang terjadi baik itu bencana alam, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, abrasi dan lain-lain sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana,” kata Wabup dalam sambutannya.
Menurutnya, Pemerintah Daerah dalam kapasitas sebagai penanggungjawab penanggulangan bencana daerah, senantiasa mengedepankan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi penanggulangan bencana daerah dalam perencanaan pembangunan dan penanggulangan bencana.
Lanjut Sogalrey, Apabila dalam penanganan penanggulangan bencana, terdapat situasi potensi terjadinya bencana, maka harus menjadi perhatian serius Tim Reaksi Cepat penganggulangan bencana dengan selalu proaktif, dalam penanganan bencana dengan memperhatikan masalah kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, tambah Wabup, Tim Reaksi Cepat penanggulangan
bencana dapat memberikan kontribusi didalam penangganan bencana yang bertindak secara cepat, Cermat dan tepat sasaran yang berdampak pada kemaslahatan hidup orang banyak serta senantiasa memperhatikan wilayah dan karakteristik daerah yang terdampak bencana.
Wabub memberikan apresiasi dan dukungan bagi pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, dan kepada peserta agar tetap semangat dan serius dalam mengikuti kegiatan ini sampai selesai.
Terpisah, Kepala BPBD Kepulauan Aru Fredrik Hendrik mengatakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai simulasi apabila terjadi bencana mereka bisa mampu dan bisa melayani masyarakat untuk mengantisipasi lebih kecil terjadi korban yang ada.
” Ini juga masuk dalam satu skuad yaitu untuk merencanakan sesuatu dalam hal membangun, dalam hal dampak dari bencana yang ada,” katanya.
Hendrik juga mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah saat ada dan tidak ada bencana, BPBD khususnya TRC harus selalu siaga menghadapi segala kemungkinan.
” TRC yang dimaksud bukan hanya menyangkut kesiapsiagaan dan kecepatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bertindak, namun juga penguasaan terhadap alat penanggulangan bencana,” ucap Hendrik.
Ia berharap dengan kegiatan ini agar Tim bisa mengedukasi kepada masyarakat supaya masyarakat bisa melihat bagaimana caranya untuk mengurangi terjadi bencana di kemudian hari.






