Ambon, Tribun Maluku. Masyarakat Kota Ambon kini diresahkan dengan pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara ( PLN). Menanggapi hal tersebut , DPRD Provinsi Maluku ingatkan PLN untuk tidak padamkan listrik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mirisnya, kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan milik negara itu, tanpa ada pemberitahuan resmi. Pada hal listrik merupakan kebutuhan primer, dalam menopang semua aktivitas masyarakat.
Sampai sekarang DPRD belum mendapat informasi resmi dari pihak PLN yang merupakan mitra Komisi II terhadap pemadaman listrik,” kata anggota Komisi II DPRD Maluku, Ary Sahertian pada wartawan di Ambon, Selasa (17/12/2024).
Padahal menurut Ary, dalam rapat perdana bersama PLN Komisi selalu menekankan agar pemadaman listrik tidak menjadi kasus berulang seperti menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan, termasuk Lebaran, bahkan saat ini Natal 25 Desember 2024 dan Tahun Baru 1 Januari 2025.
“Sisa tinggal beberapa hari saja, jangan merusak kedamaian masyarakat menyambut Natal. Kepada PLN tolong melihat dan mengevaluasi kinerja, supaya harapan masyarakat terkait lampu ini tidak mati,” pintanya.
Politisi PKB Maluku itu berharap, komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus menjadi skala prioritas.
“Kalau misalnya memang ada hal-hal yang menjadi kerusakan PLN mesti disampaikan ke publik. Jangan tiba-tiba acara Natal lampunya padam, kan menganggu kedamaian hati masyarakat. Karena itu, lampu harus menyala 24 jam mesti diperhatikan oleh PLN,” ungkap Sahertian.
Hingga berita ini dipublikasikan dan hasil pemantauan di lapangan, di temukan pemadaman listrik masih terus berlangsung.