TANIMBAR, Tribun-Maluku.com, – Gereja Katolik Keuskupan Amboina secara resmi telah menetapkan arah baru dalam kebijakan pastoralnya, dengan menempatkan kaum muda sebagai pilar utama perjuangan menuju kemandirian.
Semangat ini diwadahi dalam persiapan Hari Orang Muda Sejati (HOMS) Tahun 2025 untuk wilayah Kevikepan KKT-MBD, seperti yang dijelaskan oleh RD. P. Serin, Sekretaris Forum Pastoral Kevikepan KKT-MBD.
Tema besar yang diusung adalah Keterlibatan OMK dalam Membangun Gereja Keuskupan Amboina yang Mandiri di Tahun 2043.
Tema ini berjalan seiring dengan Visi Keuskupan Amboina untuk mewujudkan kemandirian gereja, di mana setiap paroki mampu mewartakan, mengelola, dan membiayai diri sendiri dengan tanggung jawab.
Guna mewujudkan visi tersebut, HOMS 2025 akan berfokus pada penguatan tiga pilar utama kemandirian.
Pertama, Kemandirian Iman, yang akan mendalami peran Orang Muda Katolik (OMK) dalam seluruh tugas pelayanan Gereja, termasuk pendalaman tentang liturgi, katekese, dan pandangan Gereja dalam menghadapi realita cinta beda agama.
Kedua, Kemandirian Sumber Daya Manusia, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan OMK melalui berbagai metode pembinaan, menyiapkan mereka sebagai kader penerus Gereja.
Ketiga, Kemandirian Finansial, yang akan mengeksplorasi solusi kreatif dalam pemberdayaan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja, membangun fondasi ekonomi yang kokoh bagi kaum muda dan Gereja.
RD. P. Serin menegaskan bahwa Gereja Mandiri adalah upaya kolektif yang berkelanjutan untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki secara bertanggung jawab.
Kemandirian ini dimaknai secara holistik, mencakup aspek spiritual, sumber daya manusia, dan ekonomi.
Setiap pilar kemandirian akan dibahas dalam sesi-sesi khusus yang diisi oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya.
Peran serta OMK dalam Kemandirian Iman akan dibimbing oleh Pstor Stan Laiyan dan RD. Arens Takndare untuk topik Liturgi dan Pewartaan, dilanjutkan dengan RD. Lopes Sirken yang akan membahas tema cinta beda agama dari sudut pandang Gereja Katolik.
Untuk Kemandirian SDM, materi akan disampaikan oleh Pastor Viky dan Chak Lamere yang akan berbagi metode pembinaan dan pelatihan kepemimpinan.
Sementara itu, Kemandirian Finansial akan diulas oleh Ibu dr. Yul Ratuanak selaku Wakil Bupati, dan Oce Fenanlampir, yang akan membantu peserta menemukan solusi di bidang pemberdayaan ekonomi.
HOMS 2025 dirancang tidak hanya sebagai ajang diskusi, tetapi sebagai titik tolak aksi nyata. Sebuah Tim Steering Committee akan bekerja untuk merumuskan keputusan dan rekomendasi konkret dari seluruh proses dialog dan diskusi.
Butir-butir hasil ini akan dibawa pulang oleh para peserta OMK untuk diterapkan dan ditindaklanjuti di paroki masing-masing.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Tim Steering Committee bersama para Pastor Paroki akan secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi di setiap paroki.
Hal ini memastikan bahwa semangat dan rencana aksi dari HOMS 2025 benar-benar hidup dan memberikan dampak nyata dalam perjalanan Gereja Keuskupan Amboina menuju kemandirian penuh di tahun 2043, dengan OMK sebagai penggerak utamanya.






