![]() |
| Mus Tuanaya (kanan), Basir Wattilehu (kiri) |
AMBON Tribun-Maluku.com- Program SOLID (Smallholder Livelehood Development Project In Eastern Indonesia) yang didanai oleh lembaga Internasional yang menangani soal Pangan yaitu IFAD (International Fund For Agricultural), hasilnya sangat signifikan bagi masyarakat di provinsi Maluku.
Program SOLID dalam jangka waktu tujuh tahun itu (2011 sampai 2018) sangat menyentuh masyarakat petani dan nelayan pada 104 desa di lima kabupaten di Maluku,”kata Koordinator Program SOLID Provinsi Maluku Ir. Mus Tuanaya, MT di Ambon, Rabu (20/12/2017).
Menurutnya, lima kabupaten yang menjadi sasaran program ini adalah, Maluku Tengah dengan jumlah 4.200 anggota kelompok mandiri (KM), Seram Bagian Barat (SBB) 2.672 anggota KM, Seram Bagian Timur (SBT) 2.494 anggota KM, Buru 3.224 anggota KM dan Buru Selatan 1.942 anggota KM, dengan satu kelompok masing-masing 10 orang.
Kegiatan SOLID dilapangan didampingi oleh Konsultan dari Pusat dan dibantu oleh LSM lokal yaitu Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
“Program SOLID dengan jumlah dana ratusan miliar rupiah itu fokus pada bidang Pemberdayaan dan Gender, Peningkatan produksi, Mata rantai (pemasaran) dan Management, dengan kondisi terkini normal saja,”ucapnya.
Sementara itu PPK program SOLID Provinsi Maluku Basir Wattilehu mengatakan, Wakil Bupati SBT Fahri Attamimi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program Solid di kabupaten SBT.
19 desa yang menjadi sasaran program SOLID di SBT sebagai desa percontohan bagi pengembagan desa lain di daerah itu. Karenanya, setiap dinas harus melakukan interensi program.
Dikatakan, tahun 2017 sudah terbentuk Sentra-sentra bisnis yakni di SBT 6, SBB 6, Maluku Tengah 6, Buru 6 dan Buru Selatan 3 sentra bisnis, sehingga diharapkan di bentuk koperasi induk di ibu kota kabupaten masing-masing.
Dia berharap, tahun 2019 ada dukungan dana APBD kabupaten masing untuk kegiatan pembinaan dari program SOLID, karena program ini akan berakhir tahun 2018.(TM02)






