Opini

Semangat Pattimura Dalam Dinamika Pembangunan Maluku

×

Semangat Pattimura Dalam Dinamika Pembangunan Maluku

Sebarkan artikel ini
Patty

Tanggal 15 Mei 2016 dan setiap tahunnya, ada 2 moment perayaan yang kita peringati di Maluku, yakni Hari Kapitan Pattimura yang juga bersamaan dengan HUT KODAM XVI Pattimura. Kiranya dengan moment tersebut semangat Pattimura masih terus berkobar dalam Jiwa para generasi muda Maluku untuk mengisi pembangunan dengan karya nyata yang berkesinambungan.

Jika Kapitan Pattimura dijamannya dengan semangat “Lawamena Haulala” berjuang dalam mengusir penjajah, maka untuk jaman sekarang ini Pattimura-Pattimura muda harus mampu meningkatkan kapasitas sumberdaya manusianya yang handal dan berkualitas, sehingga dapat mengabdi untuk membangun negeri seribu pulau ini agar dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Sesuai pesan Kapitan Pattimura sebelum dieksekusi di tiang gantungan oleh Belanda yang berbunyi “Beta Akan Mati Tetapi Akan Bangkit Pattimura-Pattimura Muda Yang Akan Meneruskan Beta Punya Perjuangan”. Pesan singkat yang memiliki arti yang sangat besar, dimana Kapitan Pattimura sangat berharap dan yakin bahwa Generasi Muda Maluku kedepan akan lanjutkan perjuangan Pattimura sesuai jamannya.

Seperti perjuangan membangun daerah, perjuangan melawan kemiskinan, perjuangan mengangkat harkat dan martabat masyarakat Maluku dari ketertinggalan pembangunan, dan perjuangan melawan KKN, serta perjuangan lainnya dalam konteks konstruktif.

Nilai-nilai juang semangat Pattimura harus menjadi landasan yang kuat dalam membangun Maluku dengan simbol “Orang Basudara Pela Deng Gandong”. Maluku harus bangkit dari ketertinggalan yang saat ini masih berada pada posisi termiskin nomor 4 di Indonesia, padahal berbanding terbalik dengan kekayaan alam Maluku yang berlimpah-ruah di laut dan di darat. Cengkeh dan Pala yang terkenal di jamannya sehingga disebut sebagai Negeri Rempah-rempah dan menjadi incaran Portugis dan Belanda, kekayaan Laut yang berlimpah dengan Laut Banda yang jadi tujuan eksploitasi Nelayan Jepang untuk Tunanya (Banda Sea Aggrement).

Di balik semua itu, ada secercah harapan dari berbagai problematika yang kompleks di Bumi Raja-Raja ini. Seseorang  yang hadir dengan pemikiran-pemikiran dan ide kreatif, dalam memberdayakan masyarakat Maluku dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada baik di laut maupun di darat.

Sebuah ide membangun Maluku dalam konteks dinamika kekinian yakni “Program Emas Biru dan Emas Hijau,” ini adalah Kado Ulang Tahun yang indah ke-17 bagi Kodam XVI Pattimura dibawah Komando Mayjen. TNI. Doni Monardo yang memberikan Warna tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat di Maluku.

Membangun Maluku dengan memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Daerah dan Nasional, dengan 1.430 buah Pulau yang berbatasan dengan Timor Leste maupun Australia serta merupakan bagian dari beranda negara, kiranya program Emas Biru dan Emas Hijau merupakan solusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada seluruh wilayah Provinsi Maluku, serta dapat menekan tingkat kesenjangan antar wilayah dan dapat menumbuhkembangkan sentra daerah Perikanan baru.

Kiranya ini bukan mimpi, tetapi harapan baru Masyarakat Maluku dalam menggapai cita-cita yakni daerah yang aman, damai, maju serta bermartabat. Dengan semangat membangun Maluku dalam segala aspek pembangunan adalah merupakan spirit dan bangkitnya Pattimura-Pattimura Muda.

Selamat Hari Pattimura ke-199 dan Selamat HUT KODAM XVI Pattimura ke-17. Mari bersama berkarya demi kejayaan Bangsa.(Oleh : Amrullah Usemahu,S.Pi; Penulis adalah Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) & Tim Emas Biru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *