Ambon, Tribun Maluku : Memasuki usia ke-20, SMA Negeri Siwalima Ambon terus memperkuat posisinya sebagai sekolah unggulan di Maluku dengan membuka berbagai peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke akademi kedinasan, perguruan tinggi terbaik di Indonesia, hingga universitas luar negeri.
Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, La Sini La Haya, S.Pd, usai perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 sekolah tersebut, Sabtu (1/8/2026), mengungkapkan bahwa saat ini enam siswa sedang menjalani proses seleksi menuju Akademi Militer (AKMIL).
“Alhamdulillah, saat ini ada enam siswa SMA Siwalima yang sedang berproses mengikuti seleksi AKMIL di tingkat pusat. Ini menjadi kebanggaan bagi Maluku karena mereka mendapat kesempatan bersaing di tingkat nasional,” ujar La Haya.
Selain jalur AKMIL, SMA Siwalima juga menjadi salah satu sekolah yang diprioritaskan dalam berbagai program nasional, termasuk seleksi berbasis tes Intelligence Quotient (IQ) untuk calon taruna pilot, mahasiswa Kedokteran Universitas Pertahanan (Unhan), hingga Program Studi Farmasi Unhan.
Menurutnya, siswa yang memenuhi standar kecerdasan berpeluang langsung mengikuti tahapan seleksi lanjutan menuju perguruan tinggi tersebut.
Tak hanya fokus pada pendidikan kedinasan, SMA Siwalima juga terus membuka akses pendidikan internasional. Sekolah ini telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pelaksanaan International Undergraduate Program (IUP) Double Degree yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di Taiwan.
Melalui program tersebut, siswa dapat menempuh pendidikan selama dua tahun di UGM sebelum melanjutkan studi di Taiwan. Selama berada di luar negeri, mahasiswa juga memiliki kesempatan memperoleh beasiswa, mengikuti program magang industri, hingga bekerja paruh waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin membuka jalan seluas-luasnya bagi siswa agar mampu bersaing di tingkat global. Kesempatan kuliah di luar negeri kini semakin terbuka,” katanya.
La Haya mengakui, tantangan terbesar saat ini bukan lagi kemampuan akademik siswa, melainkan masih adanya keraguan sebagian orang tua untuk mengizinkan anak melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Padahal, kata dia, beberapa lulusan SMA Siwalima telah diterima di sejumlah universitas di Rusia, Inggris, Taiwan, maupun perguruan tinggi ternama di Indonesia. Namun, tidak seluruhnya memilih melanjutkan studi ke luar negeri karena pertimbangan keluarga.
“Kami berharap ke depan semakin banyak orang tua yang yakin dan mendukung anak-anaknya mengambil kesempatan belajar di luar negeri karena peluangnya sangat besar,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, SMA Siwalima juga terus melakukan berbagai inovasi. Selain menerapkan Kurikulum Merdeka, sekolah ini sedang menyiapkan kurikulum asrama yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat persaudaraan sebagai ciri khas kehidupan berasrama.
Di bidang peningkatan mutu, SMA Siwalima menjalankan Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Dalam waktu dekat, guru-guru akan mengikuti pelatihan IELTS serta penguatan kompetensi konselor. Sekolah juga akan mendapat pendampingan dari sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lembaga pendidikan internasional.
“Harapan kami, SMA Siwalima terus menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Tentu hal itu hanya dapat terwujud melalui dukungan pemerintah, orang tua, alumni, guru, dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Maluku,” tutup La Haya.






